GrabHitch: Solusi Nebeng Sekaligus Perluas Pertemanan

Ada banyak cara untuk menyiasati keterbatasan akses transportasi dan juga bisa berpartisipasi untuk sedikit mengurangi padatnya kendaraan di jalan. Salah satunya adalah nebeng.

Bulan lalu pas traveling ke Singapura gue kelupaan kalau tiket balik ke Jakarta adalah first flight. Nyadar pas lagi packing sebelum tidur. Sedikit panik karena pasti belum ada angkutan umum yang beroperasi. Dan harus sampai bandara setidaknya jam setengah 6. Beda ya kalau di Jakarta kita bisa naik Damri yang jam 4 subuh sudah siap siaga, di Singapura tidak ada.

Trus keinget kalau Grab juga beroperasi di Singapura. Buka-buka aplikasi Grab untuk region Singapura kok agak sedikit berbeda tampilannya. Ternyata ada pilihan GrabHitch di sana. Penasaran, lalu nyobain. GrabHitch sebenarnya fitur lain dari aplikasi Grab yang memungkinkan kita nebeng kendaraan dari pemberi tebengan yang kebetulan tujuannya searah atau malah tujuannya sama dengan kita pencari tebengan.

Jadi malam itu gue udah tebengan yang ke arah Changi untuk bisa pick-up gue di hotel jam setengah 5 pagi. Kira-kira 10 menit kemudian di aplikasi Grab sudah ada notifikasi, ada kokoh yang bersedia memberikan tebengan. Kita SMSan untuk lebih meyakinkan lokasi penjemputan, dan konfirmasi berapa banyak barang bawaan gue untuk memperkirakan daya tampung bagasinya. Dengan akses bisa SMS ke pemberi tebengan setidaknya gue merasa aman, karena sudah tau nomernya, kalau ada apa-apa bisa lebih gampang hubunginnya. Misalnya kalau dia telat karena bangunnya kesiangan, setidaknya gue bisa telponin buat mastiin ya kan? Ok, satu persoalan sudah selasai. Setelah itu gue set alarm dan bisa tidur tenang.

Setelah bangun dan siap-siap ternyata si kokoh yang kasih tebengan sudah on time di depan hotel gue jam setengah 5 pagi. Dengan ramah dia bantu masukin barang-barang gue ke bagasi. Selama perjalanan dia sedikit cerita, ternyata kerjaannya di proyek jalan di Changi. Jadi satu tujuan, makanya dia cari yang mau nebeng untuk share bensin dan biaya ERP. Dia juga sempet sharing pengalamannya soal GrabHitch. Momen tersebut pasti aja gak bisa gue lupain, karena sebelumnya gue udah dibikin panik gimana caranya ke bandara pagi-pagi dan jadi terbantu dengan adanya tebengan. Si kokoh juga gak lupa pesen, kalau balik Singapura lagi bisa kontak dia buat ngajakin treking bareng.

GrabHitch di Singapura
GrabHitch di Singapura

Balik ke Jakarta, ngadepin lagi macet-macetan. Untung gue bukan tipikal orang yang suka bawa kendaraan di Jakarta karena gue gak tahan macetnya, bikin capek. Belum lagi susah cari parkiran. Persoalan banget. Tapi ternyata persoalan-persoalan tersebut juga bisa terjawab dengan pakai GrabHitch. Gue yang gak suka nyetir bisa duduk anteng, lebih gak capek, dan kalau dipikir-pikir bisa juga ngurangin kepadatan kendaraan di jalan raya. Orang-orang yang punya tujuan bepergian yang searah bisa digabung dalam satu kendaraan.
GrabHitch di Jakarta (dan kota sekitarnya Botabek) sistemnya juga sama dengan GrabHitch Singapura. Kita bisa mencari tebengan sampai 7 hari sebelum keberangkatan. Yang bikin beda adalah fokusnya di Jakarta untuk tebengan motor. Ada jaminan keamanan dari Grab untuk pengemudi (pemberi tebengan) GrabHitch. Karena pengemudi GrabHitch yang tersedia adalah yang sudah diverifikasi dan dimonitor perjalanannya. Tersedia juga fitur Same Gender, jadi kita bisa menentukan jenis kelamin pengemudi. Kali aja untuk cewek lebih nyaman dibonceng cewek juga kan?

GrabHitch

Pertama kali nyobain GrabHitch di Jakarta pas ke kantor gue di Pasar Rebo Jaktim. Dari tempat tinggal gue jaraknya sekitar 25 km. Tiap dua kali seminggu gue rutin meeting di kantor itu, dan sisanya gue kerja di kantor klien yang jaraknya gak gitu jauh dari tempat tinggal. Motoran 25 km pagi-pagi. Kebayang kan capek, keringetan, stress macet-macetan kalau bawa motor sendiri? Hehe.. Jadinya gue lebih memilih nebeng aja. Karena rutin, jadi gue sudah bisa set pencarian tebengan dari jauh hari, kali aja ada yang mau share dan gue gak perlu mikirin pagi-pagi ntar ke kantor naik apa.

Karena sifatnya nebeng, jadi gue pun berusaha untuk memperlakukan pemberi tebengan sebagai teman, bukan kang ojek online. Salah banget kalau lo cuek dan gak respect. Pemberi tebengan adalah (yang mungkin aja sama dengan lo) orang kantoran. Yang kebetulan aja tujuan perginya searah dan dia mau sharing seat kosongnya. Kita sebagai pencari tebengan bisa share biaya bensin (yang dikalkulasikan oleh Grab) atau bisa juga sharing cerita seru selama perjalanan biar yang bawa motor gak merasa capek dan bete hehe..

Hal positif yang gue rasakan selama pakai GrabHitch adalah gue bisa dapet banyak cerita dari pemberi tebengan. Itung-itung memperluas networking, coba digali mungkin dia punya side job yang bisa dishare. Atau malah ketemu jodoh? Nah ini gue belum ngalamin juga haha..

So guys, ada yang sudah nyobain GrabHitch juga? Share dong pengalamannya

5 Comments


  1. // Reply

    Belum nyobain sih tapi penasaran mau coba biar irit bensin. :)))


  2. // Reply

    Wah di Singapur ada juga ya ternyata, kirain di sini aja XD


  3. // Reply

    WOW!!! ALLE NEBENGNYA DI SINJAPO!!! Luar byasak! Aku juga mau nebeng ah kalau ke NewYork! Eh ada nggak di sana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *