Weekend Getaway di Kota Baru Parahyangan

Bagi saya yang tinggal di Jakarta yang padat, sumpek dan sibuk; sudah jadi keharusan untuk melepas penat di akhir pekan. Nah, minggu lalu kebetulan bisa memenuhi undangan dari Lyman Property untuk main-main, nyantai dan merasakan pengalaman tinggal di Kota Baru Parahyangan bersama beberapa bloger lainnya.

Udah tau apa itu Kota Baru Parahyangan (KBP)? Nama mencerminkan makna. Sama halnya KBP, merupakan kota (baru) satelit mandiri yang berada di bumi priyangan, tepatnya di Padalarang – Bandung Barat, yang bisa menampung segala fasilitas dan fungsi dari perkotaan. Kota mandiri ini bertujuan membentuk komunitas baru yang tidak membebani kota Bandung dan sekitarnya yang sudah sangat padat. Jadi gak heran di dalam kompleks yang sudah dibuka sejak 2002 dan luasnya 1250 ha ini punya fasilitas lengkap bagi penduduknya. Dan karena mengedepankan konsep Self-contained city with educational insight, KBP merupakan perumahan yang mengedepankan pendidikan, budaya dan sejarah. Di dalam lingkungan KBP terdapat delapan sekolah dan kampus. Salah dua yang terbesar adalah Universitas Maranatha dan sekolah Islam Al Irsyad Satya.

Untuk menuju KBP dari Jakarta tidaklah sulit. Keluar dari pintu tol Padalarang hanya mengikuti jalan besar saja dan disambut oleh bundaran besar. Bundaran ini adalah bangunan Puspa IPTEK berbentuk Jam Matahari dan merupakan terbesar di Asia Pasifik. Jalan lebar dan beraspal mulus sudah ada sejak memasuki kompleks KBP. Suasana asri dan rindang juga terpancar karena konturnya perbukitan.

Sundial Puspa IPTEK
Gedung Jam Matahari Puspa IPTEK

Tujuan pertama dari perjalanan ini adalah Bumi Pancasona, yang merupakan pusat kebugaran terbesar di KBP. Ada apa saja fasilitasnya? Tentu saja ada sarana olah raga dalam ruangan seperti fitness center, 4 lapangan badminton, 1 lapangan basket, 2 lapangan futsal, yoga class, balet, sampai aikido. Untuk luar ruangan ada infinite pool dengan ukuran olympic dan pemandangan langsung ke danau.

Bagaimana dengan perumahannya? Wah perumahan di KBP mengedepankan konsep hijau dengan campaign Hayu Hejo! So, di setiap lingkungan perumahan  sudah ditentukan area hijau, jalur hijau dan taman tematik termasuk penentuan spesies pohon yang sesuai untuk area tersebut. Lingkungan perumahan (cluster) di KBP menggunakan sistem Tatar atau dalam bahasa Sunda berarti tanah atau wilayah. Uniknya penamaan tatar diambil dari nama-nama tokoh legenda rakyat Pasundan. Setiap tatar memiliki ciri khas arsitektur dan juga dilengkapi dengan taman bertema pendidikan. Misalnya di Tatar Larangtapa, rumahnya bergaya modern-minimalis dan taman bertema alam.

Hunian di Koridor Bandoeng Tempo Doeloe

Saat mengunjungi tatar satu ke lainnya saya sempat bertanya-tanya; apakah kebutuhan sehari-hari bisa didapatkan secara mudah di KBP? Mengingat kota satelit, repot juga kalau harus ke kota sering-sering. Ternyata di beberapa area boulevard terdapat kawasan komersil yang dapat menampung berbagai restauran, bengkel, butik, mini market, salon, cafe, bank, kantor pos dan pertokoan lainnya.

Fasilitas lain yang tidak kalah penting adalah adanya rumah sakit di dalam kompleks KBP. Masjid (Al Irsyad) dan SPBU juga dapat dengan mudah diakses dari tatar. Kedepannya di KBP akan dibangun theme park dan lapangan golf. Sudah lengkap untuk menjadi kota mandiri.

Perjalanan kami sore itu diakhiri dengan beristirahat di hotel bintang 4, Mason Pine. Mason Pine terletak di jalan utama KBP, atau di seberang Masjid Al Irsyad, masjid unik yang diarsitekturi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Di hotel ini kami dapat menikmati segarnya hawa pegunungan dan sekaligus suasana KBP yang asri. Sangat tepat sebagai libur akhir pekan melupakan sejenak dari Jakarta yang padat. Sayangnya waktu kami terbatas. Kalau punya rumah di KBP pastinya setiap hari adalah liburan ya? Semoga terwujud. Ada amin di sini? 😀

Kalau saja setiap bangun pagi dan buka jendela suasananya seger begini.

A post shared by alle (@foto.alle) on

 

by

8 Comments


    1. // Reply

      bener banget! haha.. blom kesampean sepedaan di sana


  1. // Reply

    5 tahun tinggal di bandung saya belum pernah nyobain main ke padalarang hehe jauh bgt, kapan2 deh explore padalarang 😀


    1. // Reply

      Bener banget Bil. Atau malah kayak Sentul City (kalau dilihat dari kontur dan lebar jalan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *