2 Hari Paling Asyik

,

Banyak yang sudah menuliskan kesan mengikuti rangkaian Pesta Blogger+ 2010 Jogja (8-9 Oktober 2010) atau disebut PBjogja. Nah, sekarang giliran saya yang bercerita ya! Sedikit reportase ๐Ÿ˜€

Suguhan PBjogja tahun ini terdiri dari Rally Panggih Batir (Rally PB), Kelas-kelas unik, Blogshop dan malam gathering. Semua diundang, semua boleh datang dan tidak bayar! Asyik kan?

Rally PB
Acara seru ini diperuntukkan untuk onliners Jogja yang tergabung dalam komunitas. Tujuannya untuk mempererat antar komunitas online dan juga mempelajari ha-hal baru dari komunitas yang tidak berkaitan dengan media online. Selama dua hari onliners Jogja diajak keliling dengan bus. Komunitas yang terlibat antara lain: Cah Andong, Jog-TUG, Bancakan 2.0, Jogja Plurker, Koproler Jogja (Kopijos), #resepmini Jogja, #fiksimini Jogja, #kulineryogya, dan Multiply Jogja. Kunjungan hari pertama adalah Joglo Mlati Resto, Jombor,ย dan merupakan titik pertemuan antara peserta rally dan tamu-tamu luar kota.

Peserta rally yang baru ketemu (kopdar) awalnya agak malu-malu, namun seiring waktu suasana jadi cair untuk saling berkenalan. Saya pun sekarang tau kalau Cafe 17 yang tersohor seantero Jogja sekarang menjadi base nya Koproler Jogja, dari Mas Ade.

Joglo tua, bangunan-bangunan tribal dan alunan tembang jawa makin membuat rasa eksotis menyeruak. Sebelum peserta rally dilepas oleh Pak Utomo (pemilik resto), Pakde Mbilung dan Mbakdos, peserta rally dimanjakan lidahnya oleh makanan-makanan khas Joglo Mlati yang super enak: soto ayam, gule iga, es cincau dan mendoan pedas! Hufft.. bagian seru ini terpaksa agak terlewat karena saya telat ke meja makan. Beruntung sih masih bisa nyicipin sotonya, soalnya cuma itu yang nyisa! ๐Ÿ˜€

Lanjut ke tujuan rally berikutnya adalah Ndalem Yudonegaran. Di sana telah siap teman-teman Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta UGM yang akan memandu peserta rally untuk belajar tari dan gamelan. Seru sekali karena salah satu resolusi saya tahun ini: belajar kebudayaan jawa hampir tercapai! Semua peserta terlibat, berkolaborasi menghasilkan gerakan-gerakan indah dan alunan gamelan yang enak didengar.

Belajar tari dan gamelan diselingi presentasi dari teman-teman XL tentang produknya yang mendukung kelancaran berkomunikasi bagi anggota komunitas. Cocok sekali untuk peserta rally. Contoh layanan berupa SMS web.

Dari Ndalem Yudonegaran peserta rally bergerak menuju tujuan akhir rally yaitu Pura Pakualaman untuk bertemu dengan teman-teman dari Perkumpulan Jemparing Mataram yang menekuni minat pada panahan tradisional. Di sana peserta rally dapat pengetahuan baru tentang panahan tradisional, panahan yang terbuat dari kayu dan dilecutkan sembari duduk. Ternyata melecutkan anak panah gampang-gampang susah, salah-salah malah anak panah berbelok arah atau menyakiti diri sendiri.

Rally PB hari kedua lebih banyak diisi kegiatan kelas dan terakhir ditutup untuk mengunjungi Sanggar Anak Alam (SALAM) Nitiprayan sore harinya. Ketika kaki menginjakkan lokasi Nitiprayan, peserta rally disambut oleh hamparan sawah yang menguning (hampir siap panen) dan sayup-sayup terdengar suara tabuhan dan nyanyian. Rupaya bapak-ibu Paguyuban Seni Nitibudaya, yang juga merupakan petani di Nitiprayan, menyambut peserta rally dengan irama gejog lesung dan tarian khas pedesaan. Ibu Sutini pimpinan Nitibudaya menceritakan lagu-lagu yang dibawakan adalah yang biasa mereka lantunkan ketika menjelang panen.

Panen padi raya akan berlangsung sekitar akhir Oktober nanti, semua diundang potong padi. Wah pasti menarik nih! ย Terlihat beberapa peserta antusias mendaftar. Selanjutnya peserta rally diajak masuk ke ruang kelas SALAM. Ibu Wahya, pimpinan SALAM menjelaskan profil SALAM sedangkan peserta rally mendengarkan sembari menikmati panganan khas kebun dan tani: teh organik, kacang-ketela-singkong rebus, dan jadah tempe. Enak! ๐Ÿ˜€

Kelas-Kelas PB Jogja
Ada 4 kelas yang disuguhkan PBjogja. Dua kelas dilaksanakan di AMIKOM pada hari Sabtu (9/10) pagi. Kelas pertama adalah Blog workshop (blogshop) ditujukan bagi yang belum begitu mengenal blog dan social media, terutama untuk tenaga pendidik. Saya lewati bagian ini karena ada kelas paralel yaitu Kelas desain kreatif yang mengundang pembicara dari gantibaju.com dan Dagadu. Jangan dibayangkan kelas ini seperti kelas kampus yang sedikit membosankan, karena kelas ini berjalan begitu meriah dan seru, banyak hadiah kaos yang dibagikan. Lagi pula ada Kristin, pasti gak bakal garing donk ya? ๐Ÿ˜€

Kelas lainnya adalah kelas kopi dan kelas fashion yang dilaksanakan paralel pada siang harinya. Saya mengambil kelas fashion yang diadakan di Centro Dept Store Plaza Ambarrukmo. Dalam kelas fashion diberikan pengetahuan seputar denim (jeans) mulai dari sejarah, cara mencuci, bentuk-bentuk dan jenis jeans, sampai modifikasi jeans. Centro membagikan hadiah tiket nonton bareng Miss Universe dan Daniel Sahuleka. Lagi-lagi saya kurang beruntung, gak dapet! ๐Ÿ˜€

Kabarnya di kelas kopi diajarkan cara membuat kopi espresso dan semua yang hadir dapet segelas besar cappuccino! hmmm.. agak rugi juga yah melewatkan kelas ini? ๐Ÿ˜›

Malam Gathering
Merupakan acara puncak rangkaian PBjogja! Sekitar 400 orang berbagi tawa dan senyum tumplek di Purna Budaya UGM, Sabtu (9/10) malam. Hadir juga onliners luar Jogja seperti teman-teman Loenpia, DotS, Kopdar Jakarta, dll. Setelah melewati meja registrasi peserta gathering dapat ber-narsis ria di wall of fame PBjogja yang super besar. Dilengkapi lampu sorot mengesankan semua yang hadir adalah orang yang penting dan patut untuk difoto. Saya juga (pastinya).

Sajian malam itu adalah presentasi komunitas, karena tema utama gathering adalah Panggung Komunitas. ย Dibuka oleh presentasi dari Bancakan 2.0 kemudian ada Komunitas Kamera Lubang Jarum lengkap dengan alat praga kameranya dan House of Natural Fiber yang menampilkan karya video berpadu dengan musik jedag-jedug. Semua menampilkan profil dari komunitas masing-masing. Di tengah presentasi komunitas ada juga presentasi dari pihak sponsor yaitu XL dan blogdetik. Kali ini XL bagi-bagi hadiah untuk pengguna XL BlackBerry. Sayang sekali saya gak bisa ikutan. Walaupun saya pelanggan lama XL (7 tahun), tapi saya belum menikmati layanan XL-BB. Lumayan loh hadiahnya dapet tas keren. Presentasi sponsor lainnya dari blogdetik.com yang mengajak teman-teman yang hadir untuk ikutan games yang lucu dan unik, yaitu menulis blogdetik dengan menggunakan pantat. Beneran konyol dan seru! ๐Ÿ˜€

Suguhan lain di malam gathering ini adalah makanan yang enak-enak. Ada nasi merah khas wonosari lenkap dengan sayur lodeh, empal dan tumis pepaya. Sehat dan mengenyangkan! ๐Ÿ˜€ mau makan kecil juga bisa, karena ada gubuk Timlo, wedang angsle (mirip sama wedang ronde tapi pake putu mayang & santan), dan jajan pasar. Wah sudah acaranya gratis, bikin kenyang pula, cocok kan? hehe..

Tidak berhenti di situ saja, penghujung gathering PBjogja menampilkan kolaborasi musik Jazz dari Komunitas Jazz Jogja dan musik tradisional dari Tlatah Bocah lereng Merapi, Muntilan. Lengkap dengan tarian bocah-bocah. Suasana heboh, semua larut dalam kesenangan, maju untuk menari bersama. Guyub deh! ๐Ÿ˜€

Acara selesai sekitar jam 11 malam, lumayan lama juga ya, diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba-lomba dan confetti yang macet!

Rasanya 2 hari tidak cukup untuk memenuhi hausnya kopdar, saling mengenal dan tatap muka antar komunitas dan antar penggiat media online. Tapi sepertinya cukup membekas di ingatan saya betapa asyiknya penggiat media online ketika berkumpul. Dan benar saja, PBjogja telah menjadi awal terjalinnyaย komunikasi yang baik antar komunitas. :)

Foto: Herwanayogi & Brama

by

9 Comments


  1. // Reply

    Iya dua hari tidak cukup!
    Tahun depan bikin semingguan ya, tweepss ^^

    Selamat untuk kalian semua, kalian membanggakan :*


  2. // Reply

    wuissh.. seru banget … sayang jarak memisahkan dan menyusahkan Denuzz untuk bisa hadir disana …
    haha … *terisak sedih*

    Semoga persahabatan kita tidak lekang oleh waktu dan tidak terbatas oleh ruang


  3. // Reply

    saya juga datang di acara itu lho, tapi cuma ngicipi wedhang asleny, karena udah makan sebelum ke acara, duh menyesal nggak ngicipi makanan disana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *