Hujan Deras Tadi Malam

,

Makmur. Cukup aneh untuk dijadikan sebuah nama orang, tapi cukup bijiak untuk dipilih sebagai doa. Demikianlah nama lelaki betawi asli itu. Berjumpa dengan sepupu ibuku menjelang tahun 2000 di salah satu kampus di Jakarta.

Badan kecil bukan berarti semangat yang dimiliki Makmur juga kecil. Perjuangan, pengorbanan yang besar telah dilakukannya untuk mendapatkan hati sepupu ibuku itu, sampai jenjang pernikahan. Banyak yang menentang karena perbedaan tingkat ekonomi. Masa sulit itu sudah dilalui.

Mamang dan bibi, begitu panggilanku untuk pasangan Makmur dan sepupu ibu. Aku dan kakak-kakakku cukup dekat dengan mereka, karena usia yang tak terpaut terlalu jauh. Mereka hidup sederhana di rumah perumnas pinggir kota, namun cukup bahagia.  Berbagai usaha dilakukan mereka agar nasi bisa ditanak, perapian bisa panas dan dapur tetap berasap. Usaha-usaha untuk meraih terwujudnya doa dari nama. Kemakmuran. Mulai dari berdagang makanan ringan, bekerja di perusahaan farmasi di Jambi, dan terakhir mereka membuka warung kecil-kecilan di Lampung, menjual kebutuhan sehari-hari.

Kemarin ada panggilan buat Makmur untuk mengantarkan air minum kemasan ke salah satu pelanggannya. Dengan motor bebek andalannya, ia melaju tanpa pengaman kepala. Tidak seperti biasanya memang. Ganjil. Tapi bisa dimaklumi karena jarak antar yang dekat.

Keganjilan itu ternyata sebuah pertanda besar. Motor itu ditabrak pengendara labil, anak SMA, yang ugal-ugalan. Makmur dilarikan ke rumah sakit dan mengalami gegar otak. Selama hampir 12 jam Makmur mencoba tersadar.

Pukul 8 kurang 12 malam tadi Makmur akhirnya tersadar dari tidur yang cukup panjang. Sejenak, saat bibi menyentuh tangannya yang kasar. Dan ternyata kali terakhirnya mereka tatap mata. Makmur pergi tadi malam, saat di Jogja turun hujan dengan derasnya. Membasahi hampir seluruh Jogja. Dimana-mana, juga di ujung mataku saat pesan singkat bertuliskan ‘Innalillahi wainnailaihi rojiuun’ masuk ke ponselku.

Selamat jalan mamang, pada saatnya nanti kita pasti berkumpul kembali.

by

9 Comments


  1. // Reply

    Semua kembali padamu, Gusti..
    Nderek bela sungkawa ya, Le….. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *