Cerita Hajatan Kamis Lalu

terimakasihPesta kamis (15/10) kemarin usai sudah. 200 orang dengan kostum busana nusantara tumpah ruah di Jogja National Museum mulai pukul 18.30. Disambut dimas-diajeng Jogja, tersenyum di karpet merah, kemudian mengabadikan diri di bentangan poster putih.

Pelataran pesta memang sengaja dibuat terbuka, cuma ada panggung di depan sana dan sekelilingnya dikerubuti meja-meja pameran. Ada pameran foto sisi lain kehidupan Jogja di bagian belakang, pameran kopi nusantara dan jajanan tradisional di sisi kiri serta pameran batik dan pojok membatik live di sisi kanan. Tidak ada kursi meja di tengah ruang pesta. Semua diminta berdiri saja biar cair suasana.

Dibuka dengan atraksi gejok lesung, seremonial sambutan-sambutan lalu pertunjukan kesenian. Di atas panggung berganti pertunjukan Tari Gambyong (Jawa Tengah), Tari Cendrawasih (Bali), dan diselingi presentasi untuk mengajak kawan bloger peduli lingkungan: akudanpohonku.com

mbatikPesta semakin meriah dengan tampilnya kawan-kawan dari Adonara – NTT membawakan tari Hedung, tari perang Adonara.  Teriakan-terikan dari penari, juga dengung gong memaksa penonton khidmat menyaksikannya. Agak sedikit menyeramkan memang, karena tari perang ini menggunakan parang asli yang setiap saat – kalau silap – bisa menebas apa saja.

Tabuhan rebana membahana dari atas panggung, tepukan ke pundak dan paha semakin kuat terdengar. Kawan-kawan dari Asrama Mahasiswa Aceh menampilkan Tari Saman, tari dari Gayo yang cukup populer karena rumitnya gerakan dan dakwah yang didendangkan pada lagunya. Takjub, bahkan sebagian yang menonton berdecak kagum atas kekompakan para penari.

Tari Saman
Tari Saman; foto oleh Suprie

Acara hampir usai jam 22.00 kamis itu. Tapi, kumpul bareng tidak sah kalau tidak ada foto bareng. Semua peserta naik ke atas panggung, jepret sana-sini sampai bingung mengerlingkan mata ke kamera mana. Selepas sesi pemotretan, agar lebih guyub dihadirkan tarian Dolo-Dolo khas NTT. Merentangkan tangan, membentuk lingkaran dan setapak dua melangkahkan kaki ke kanan dan depan. Sangat mudah dan tidak banyak macam, namun sangat mengakrabkan malam itu.

Rasanya puas, dan bangga menjadi tuan rumah hajatan besar bagi blogger Jogja dan sekitarnya. Senyum merekah tersungging di wajah tamu-tamu saat melepas mereka pulang. Banyak salah dan kekurangan sana-sini mohon dimaafkan. juga menerima masukkan untuk menjadi lebih baik lagi 😀

Sampai jumpa di pesta jakarta. Salam blogger!

15 Comments



    1. // Reply

      sama, saya juga demikian.
      tapi wajar kan? karena kita seksi sibuk di malam jumat itu :p


  1. // Reply

    uhu uhu di jakarta gantian aku yang kerja, kalian jadi tamu aja T_T *melirik sirik*



  2. // Reply

    kasi gwa nomer telponnya. dalam sebulan gwa bikin dia jadi lesbian!
    *plakeplakeplak alle*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *