Menelusuri Keindahan dan Mistiknya Goa Cerme

,

Akhirnya berkesempatan juga menelusuri Goa Cerme. Yap, Goa Cerme yang terletak di Imogiri Bantul itu. Sudah hampir dua tahun tidak mengunjungi daerah Imogiri setelah gempa, kini saya melihat sepanjang jalan Imogiri Barat dan Imogiri Timur sudah banyak berbenah. Pemandangan sepanjang jalan itu selain hamparan sawah juga kini sudah jarang ditemukan puing-puing sisa gempa dahsyat 2006 lalu.

Bayangkan setelah peristiwa gempa Jogja 2006 itu, sepanjang jalan itu hampir semua bangunan rata dengan tanah, kalau tidak pun sudah reot retak-retak. Saya pun tersadar, sudah begitu lamanya saya tidak mengunjungi teman saya di daerah Imogiri yang kebetulan dulu menjadi korban gempa, Sofyan. Dulu saat malam setelah gempa beliau sekeluarga harus rela menginap di bawah taburan bintang di langit dan beralaskan tikar di atas pematang sawah karena rumahnya kalau sekali sentuh sudah roboh semua. Kini saya kembali ke daerah Imogiri, tapi bukan dalam rangka silaturahmi, melainkan dalam sebuah misi petualangan. Ahh,.. maafkan temanmu ini yang kurang perhatian πŸ˜€

Ok, kembali ke Goa Cerme itu. Pergi ke Goa Cerme ini merupakan pembuktian saya bahwa masih banyak goa yang layak dikunjungi di Jogja ini setelah insiden hasutan Winda untuk mengunjungi Goa Jepang di Kaliurang. Yaelah,. Goa Jepang itu, dari mulut goa cuma selemparan kancut sudah sampai di ujungnya. Sadis kalau goa ini disebut sebagai daerah tujuan wisata.

Letak Goa Cerme tidak begitu jauh dari Kota Jogja. Personel kali ini yang ngikut adalah saya, Winda, Hacko, Hendi, Dita, Amed, Amru, Yudha, Aldi, Paris, Budi, Yanwork dan Zaky. Rute yang kami tempuh adalah, dari Ring Road Selatan ambil jalan Imogiri Barat lalu di pertigaan Imogiri kami ambil Jalan Imogiri Timur. Sekitar 5 km ada sebuah plang yang menandakan ‘untuk menuju ke Goa Cerme belok kanan‘.

Setelah menelusuri jalan desa yang meliuk-liuk dan berbukit-bukit, sebuah gapura reot tak terurus menyambut saya dan teman-teman di daerah wisata Goa Cerme. Bekas hasil guncangan gempa 2006 masih tersisa. Sarana-sarana pendukung wisata gua itu banyak yang hancur seperti mushala dan kamar mandi. Dan herannya sampai saat ini belum diperbaiki. Kerusakan lain karena faktor alam adalah teras tebing yang terbawa longsor. Sehingga kalau dari kejauhan teras tebing yang mengaliri air dari mulut gua itu seperti air terjun.

Di Luar Goa

Bagian luar Goa yang masih rusak, belum diperbaiki:
Anak tangga yang retak-retak dan background WC yang rusak parah

Menelusuri Goa Cerme harus didampingi pemandu. Pemandu goa bisa dicari di warung sekitar goa dekat tempat pembayaran tiket masuk. Terlihat mudah memang menyusuri goa, tapi lebih baik sewalah pemandu selain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat atau terasuki mistisnya goa, juga dengan menyewa pemandu perjalanan menyusuri goa bakalan tidak sepi, pemandu dengan sendang hati nembang jawa. Lumayan ada hiburan.

Baru beberapa langkah dari mulut gua sudah disambut oleh aliran air. Yap, Goa Cerme merupakan goa yang dilairi air sepanjang jalannya. Butuh tenaga ekstra untuk menyusurinya karena kedalama air di sepanjang perjalanan rata-rata sepinggang saya. Total perjalanan sejauh kira-kira 1200 m dengan waktu tempuh 2 jam. Biasanya waktu tempuh hanya 1 jam, karena yang ikut ada dua wanita: Winda yang doyan foto-foto, hampir setiap langkah mesti foto; dan Dita yang seperti permaisuri Jepang, mesti dituntun oleh dua pengawal (Aldi & Hacko), jadinya waktu tempuh menjadi dua kali lipat.

Β Suasana Goa

Suasana di dalam goa: look at the glitter!Β 

Mungkin pengalaman saya caving kali ini gak sebaik para geolog, seperti Riki dkk.. Tapi di dalam gua berulangkali saya mengakui kebesaran Alloh, Subhanalloh indah sekali. Ada stalagmit yang glitter-glitter glow in the dark, dan ada juga stalagtit yang begitu runcing sehingga mempersulit perjalanan kami. Beberapa bagian dari goa menurut pemandu merupakan tempat bersemedi. Tak heran kalau aroma mistis mulai saya tangkap saat memasuki mulut goa. Beberapa panggung stalagmit memang diyakini sebagai tempat bersemedi dan juga tempat perundingan para Walisongo jaman dulu. Sampai saat inipun masih sering digunakan untuk pertapaan. Gak heran kalau banyak mawar betebaran.Tapi saya tidak diperkenankan untuk memfoto di bagian-bagian yang dianggap keramat tersebut. Yahh…

Lorong Goa

Menelusuri lorong goa: Sempitnya lorong dan dalamnya sungai. Winda pun minta tolong untuk survive di kedalaman air πŸ˜€Β 

Di tengah perjalanan menyusuri goa gemericik air mulai terdengar kuat, pantas saja ternyata di dalam goa ini ada sebuah air terjun kecil (sebutan pemandu). Air terjun tersebut terbentuk dari liukan bebatuan dalam goa dan letaknya pun berada di tengah jalan untuk menyusuri goa. Sehingga mau tak mau mesti memanjat bebatuan untuk melewatinya.

air terjun

Saya dan Hacko di bawah guyuran air terjun di dalam goa

Aroma mistis kembali menyeruak, atau saya saja mungkin yang merasa mistis, seekor ular hitam yang panjangnya sekitar 1,5 meter dengan manisnya bertengger si pinggir aliran sungai goa. Kami pun agak sedikit panik, pemandu nya pun ikut takut. Halah. Tapi untunglah si ular mengurungkan niatnya menceburkan diri ke sungai dan mematok kami semua yang ada di dalamnya.

Tak terasa badan ini begitu letih, pakaian di badan basah semua. Dan seberkas sinar menyeruak masuk ke dalam gua. Yap, akhirnya terbentanglah pintu keluar goa. Lega rasanya, tapi merasa masih belum puas menyusuri dalam goa. Mau tak mau harus berakhir. Dan berakhirlah perjalanan kami menyusuri goa. Tinggallah badan yang kedinginan. Dalam kedinginan itu kami mesti berjalan sekitar 1 km lagi untuk kembali ke pos pintu masuk goa.

Untunglah di dekat pintu masuk ada warung yang menjajakan makanan hangat pembasmi kelaparan dan kedinginan. Masalah rasa nomor sekian karena kami begitu lapar. Menu siang itu adalah nasi soto, mie rebus, teh-manis-gula-batu, dan gorengan. Begitu amat lapar, sampai-sampai Lai Budi sudah menghabiskan satu nampan gorengan. Ahh, nikmatnya dunia… dingin-dingin makan yang hangat-hangat πŸ˜€

OK, dari perjalanan menyusuri goa kemarin ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, setidaknya jangan sampai seperti kami:

  • Siapkan energi yang cukup untuk berpetualang di dalam goa, sarapan dapat lebih membantu. Menyindir seseorang yang pucat pasi di dalam goa.. hihi.. dita maksudnya
  • Membawa baju ganti karena sudah jelas akan berbasah-basahan. Termasuk daleman jangan dilupakan.
  • Pakaian yang digunakan untuk masuk ke dalam goa sebaiknya pas di badan, jangan gombrong-gombrong karena menyulitkan saat berjalan [menyindir saya sendiri!]
  • Menggunakan sepatu, tapi jangan sepatu kulit (aldi,.. gelo!), lebih baik berbahan tipis dengan sol yang kuat dan jangan sendal jepit karena mudah putus,.. bukan begitu yanwar? πŸ˜€
  • Masing-masing personel membawa senter. Lebih baik kalau berupa head lamp dan senter anti fogging. Dan bukan senter dari korek api gas yang menampilkan atraksi pornografi kalau dihidupkan!
  • Siapkan tumbal untuk menjaga barang-barang Anda, gak mungkin masuk goa bawa ransel, thx Zaky udah bersedia jadi tumbal sebagai tempat penitipan barang.
  • Diusahakan tidak membawa teman yang begitu narsis sehingga hampir tiap langkah ingin difoto *digaplok winda ma hacko* karena perjalanan akan semakin lama, perhitungkan usia batere Anda.
by

24 Comments


  1. // Reply

    sendal jepit saya bukan sembarang sendal jepit, itu sendal jepit petualang yang sudah mencapai masa uzurnya.

    Oh sandaljepitku, tak terasa sudah bertahun2 kau menemaniku, tak terasa sudah berpuluh2 pantai, berpuluh2 bukit/gunung, dan beberapa gua kita lalui bersama. kini masamu telah tiba, semoga kau tenang disana -> ditinggal di sana sebagai tempat peristirahatan terakhir.


  2. // Reply

    eh, by the way, gimana kabar si kepala yang tak jedotinkejedot stalaktit itu? baik2 aja toh. –> masih merasa pura2 bersalah nih.


  3. // Reply

    wah sayang, gak ikutan neh.. :(
    tapi malah ikutan wisata rohani πŸ˜€


    1. // Reply

      Kemarin minggu tgl 27 Des 2009 ika refresing ke goa cerme…. wuiiiih kepala ika kebentur stalaktit sampe sekarang masih sakiiiit bgt. Di dalam juga ketemu ular kecil berwarna hitam semblarit kuning di kepala.


  4. // Reply

    :oot:
    bukune opo?
    mbiyen aku diajar pak yohanes suyanto
    tanpa buku coz pake bahan dari dosenne
    nek ono bukune..

    mesti di enggo bapak ngajar πŸ˜€


  5. // Reply

    Batu di dalam goa yang konon bekas gamelan apa masih ada? Btw, perjalanan ini ndak ada hubungan dengan pencalonan diri sampean sebagai Gubernur DIY to ya? *tebar HOAX* πŸ˜€


  6. // Reply

    mantap …
    mantap …

    tapi kok potony kaw ganggu gugat semua cik??
    jadi gak semangat awak mo klik kanan save as …

    hehhee …
    πŸ˜†

    eh, ada erection correction .. seharusnya “lae” bukan “lai” ntar klo yang baca chaynisfood dipikirnya lai = sini / mari

    wahhahah …

    😎


  7. // Reply

    keknya seru lee…
    maaauuuu…ikuuuuutttt….
    keknya asik bangeeettt….
    disitu bisa berenang2 doooong….
    kapan kesana lagi?????
    huhuhuhhuhuhu…..


  8. // Reply

    seru juga tuh keknya

    @yanworks
    sama kmren sandal jepitku juga putus pas di pantai…huaaaaaaaa


  9. // Reply

    wah…kayaknya seru juga tuh.. πŸ˜€

    kapan bisa kesana ya? πŸ˜• *ngecek jadwal*


  10. // Reply

    saya baru ngusrek2 pantainya Jogja..candi dan gua adalah tujuan selanjutnya..


  11. // Reply

    #Yw!
    sial! Gw sampe benjol nih! *ngelus2 jidat mulus*

    #john
    sok2an sih ente,.. ikutanlah besok2

    #anung
    Ya udah, ntar aku minta soal ujiannya aja deh
    *social hacking* πŸ˜€

    #annots
    Hmm,.. gamelan sepertinya masih. Soale aku ra duong, pemandunya pake bahasa Jawi sih :mrgreen:

    #Qq
    Yoii ki,.. makanye lu kapan ke Jogja lagi?

    #denElek
    Sial! Taman Eden lagii,.. btw, tuh pemandangan dari atas bukit Goa Cerme lebih mantabs dari taman eden fatamorgana

    #adit
    Goa nya sih gak ada,.. tapi nyusuri jalan tergenang air kan udah lumrah kan ky di goa itu hehehe,.. kasian banjir

    #amel
    Iya nih mumpung belom sibuk jadi jalan mlulu

    #Fachrut
    makanya ikut crut! ente sih gedak mulu πŸ˜€

    #cK
    ayo,.. kmari lagi. Bareng qq aja tuh, demen dia klo liburan ke Jogja

    #Goen
    hihihi,.. iya. Dari bulan lalu malah udah keliling Jogja

    #stey
    sabtu ini saya mo menjelajah candi hihihi…


  12. // Reply

    Pengalaman yang sangat menarik… dan sangat menantang…
    Kebersamaan yang sudah kental dan semoga selalu terjaga…


  13. // Reply

    kok kelihatannya aku pernah lihat foto-foto yang ada di situ ya…


  14. // Reply

    #amru
    semoga semakin kompak selalu

    #adis
    dibakar!!! hehehe,.. yah pake toolsnya potosop πŸ˜€
    padahal megang potosop aja gemeteran,.

    #adi
    lha,.. sampeyan kan dah liat di laptopnya amru,. bukan begitu juragan?


  15. // Reply

    wkwkwk maksudnya kayak pernah liat orang2nya dalam dunia nyata πŸ˜›


  16. // Reply

    #bedjo
    sorry lae,.. komen mu dianggap spam sama si filter itu.
    Kau sudah copy blm? ada di amru, winda, aldi untuk versi aslinya
    -udah dikoreksi-

    #adi
    iya, yg duduknya disebelahmu πŸ˜€


  17. // Reply

    waaaaaaaaaaaaahh….
    sayang gw gak bawa pakaian ganti, tapi diluar juga seru.
    liatin orang pacaran hahahaha :(


  18. // Reply

    besok baru rncna mau kesana, cari2 info dulu.,
    hehe..
    tpi kok ada ularnya segala..,??? :(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *