Singapura – Malaysia Dalam Sehari #PiyambakanTrip

17

Okey, mari kita lanjutkan cerita #PiyambakanTrip di SG. *iya ini telat banget* :D

Sabtu, hari kedua di SG. Jam 7 saya terbangun karena teman satu dorm asal Australia, Ann yang juga piyambakan trip lagi sibuk packing. Katanya baru terpikir mau menjelajah Malaysia.  Pagi itu dia mengejar bus ke KL. Di KL juga belum terpikir akan berapa hari di sana. Tapi yang pasti setelah KL dan Penang lalu lanjut menjelajah ke Thailand dan Kamboja. Setelah itu baru dipikirkan ke beberapa negara di sekitarnya dan kembali ke Australia.

Dalam hati saya mikir enak banget traveling tanpa beban, tanpa banyak rencana, dan bebas menentukan waktunya. Hidup santai dan punya duit meteran mungkin Ann ini :p

Saya pun mengantar ke bawah sekalian sarapan. Dan mulai kepikiran juga mau jalan ke mana hari ini? Hmmm.. Kalau ikutan ke Malaysia gimana? Paling dekat Johor Bahru dan perjalanan bisa ditempuh sehari.  Pikir-pikir lagi lalu diputuskan hari ini jalan-jalan ke JB saja. Bukan karena adanya Legoland di JB, tapi mau tau aja JB seperti apa. Cerita gimana saya bisa mencapai JB, akan saya tulis di postingan lain.

JB sebenarnya lumayan luas. Tapi daerah yang ramai di sekitar perbatasan SG saja. Wisata selain ke Legoland juga bisa mengunjungi kuil cina & hindu, masjid dan bangunan kesultanan. Jika ingin wisata alam seperti pantai dan hutan harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Pasti tidak cukup waktu perjalanan sehari.


Sri Raja Marriaman Temple

JB siang itu panas banget, lebih panas dari SG. Jalan kaki jadi gak nyaman, padahal jarak antar bangunan yang akan saya datangi tidak begitu jauh. Naik bus di JB agak malesin karena pake ngetem. Jadilah setelah saya mengunjungi beberapa kuil, makan, lalu berakhir ke beberapa mall buat ngadem.

Ngemil di JB

Ada Galeria, mall baru di JB, yang bangunananya bewarna merah putih seperti Tune Hotel. Belum banyak gerai yang buka di sana. Tetapi sudah ada Subway dan Secret’s Recipe dengan harga lebih murah dari yang ada di Indonesia *yaiyalah* :D

Mall berikutnya yang saya sambangi adalah JB City Square Mall yang terhubung dengan Sultan Iskandar Customs Complex, bangunan keimigrasian yang lebih megah dan luasa dari mall yang ada di JB. Jadi setelah berkeliling mall bisa langsung menuju keimigrasian untuk pulang ke SG. Di mall ini saya menemukan aneka durian goreng dengan harga RM1. Dan bubble tea yang lebih murah dari SG.


Bioskop di JB

Kembali ke SG

Cuma sekitar 3 jam di JB, saya pun kembali ke SG. Kali ini saya mengambil bus 170 dan naik LRT dari Bukit Panjang sampai Choa Chu Kang. Niatnya cuma mau nyobain LRT sih. Masih belum ada rencana akan menghabiskan malam kedua di mana, poster Sentosa memberi saya inspirasi saat itu. Asik juga nih malem minggu di seputaran Sentosa.  Sekalian ke Vivocity buat belanja. Saya pun mengambil MRT ke Jurong East lalu menuju HarbourFront.

Sampai di HarbourFront, kaki sudah pegal, untungnya di bagian atas HarbourFront (rooftop Vivocity mall) ada kolam luas yang biasa untuk merendam kaki atau tempat bermain anak. Lumayan bisa menyegarkan kaki yang pegal. Rasanya malas beranjak dari pinggiran kolam itu. Karena viewnya juga lumayan, dekat dengan panggung hiburan dan bisa melihat lautan & Sentosa Island. Tapi turis korea yang kebetulan duduk di dekat saya mengajak ke Sentosa untuk keliling. Saya sih ogah buat casino, dan Uniersal Studio pasti sudah tutup, trus ngapain donk ke sana? Di sana bisa liat crane dance dan the bubble legendary show dengan gratis. Oke saya setuju saja.


The Crane Dance

Dari Vivocity ke Sentosa bisa menggunakan monorail atau gondola. Harga tiket masuk kawasan sentosa SG$6 bisa dipotong dari ezlink card atau beli di mesin tiket.  Crane dance mulai jam 9 malam,  sedangkan the bubble legendary mulai jam 9.30 malam. Masih ada waktu untuk berkeliling dan ngemil.

Crane dance dan the bubble legendary sebenarnya pertunjukan air mancur. Gak begitu seru tapi lumayan menghibur. Selesai pertunjukan, saya pamit ke si korea buat duluan. Mata dan kaki sepertinya sudah gak kuat habis menelusuri JB dan sentosa dalam sehari. Waktunya kembali ke hostel dan istirahat.

 

Hari Terakhir #PiyambakanTrip

Hari ketiga di SG saya kembali ke Buddha tooth relic temple, karena hari sebelumnya saya datang sudah tutup. Di kuil 6 lantai yang sekaligus museum ini, terdapat ruangan khusus berdoa dikelilingi ornamen emas asli. Kuil ini sangat mamanjakan mata, dengan banyak ukiran, pahatan dan pernih setiap detail.


Buddha Tooth Relic Temple & Museum

Selesai mengunjungi kuil ini ternyata hujan deras, saya menghabiskan waktu selanjutnya untuk wiskul Hokkien Mee, kueh, dan rojak. Saya membelinya di sekitar Chinatown dan Orchard, kebetulan harus ke Orchard karena mau berbelanja. Harga makanan yang ada di foodcourt Food republic  Wisma ternyata tidak jauh berbeda dengan hawker, hanya selisih sekitar SG$1.

Tye Hong Hokkien Mee sepertinya sudah banyak dikenal. Kalau di kaca stall banyak sekali tempelan penghargaan yang diberikan. Antrian siang itu lumayan panjang jika dibandingkan dengan stall lainnya. Penyajiannya juga unik dengan melapisi piring dengan daun. Enak? Menurut saya enak yang bukan enak banget, tapi harganya pas mengingat lokasi dan porsinya yang lumayan banyak.


Hokkien Mee dan makanan singapura lainnya

Jalan-jalan 3 hari di SG sepertinya masih kurang, semoga ada kesempatan lain untuk menjelajah SG di bagian lainnya :)


#BagaimanaMungkin bisa #PiyambakanTrip?

14

Tulisan ini agak basi tapi tetap hangat untuk dibaca

Nanath Nadia, seorang teman yang mewujudkan proyek perdana #PiyambakanTrip saya. Pertama kali bertemu Nanath tahun 2011 saat resepsi Tika & Rangga di Jogja. Desember tahun lalu Nanath & Dejul membuat sendiri resepsi yang unik di Bandung. Acaranya sungguh menyenangkan, bernuansa glamour, bercampur edgy dan superficial (ini saya sok tau aja sih :D ). Banyak teman-teman online yang hadir, memberi ucapan selamat dan turut memeriahkan ranah twitter dengan hashtag #BagaimanaMungkin. Sepertinya Nanath belum bisa percaya kalau dirinya bisa menikah.

Di akhir acara resepsi, ada sedikit kemeriahan berupa seremonial pelemparan seikat kembang. Makin meriah karena tamu yang berhasil menangkap akan mendapatkan hadiah berupa tiket pulang pergi Jakarta-Singapura. Saya pun gak mau ketinggalan nyempil di belakang barisan pengharap tiket gratis. Alhamdulillah, seperti sudah direncanakan Tuhan saja, seikat kembang itu jatuh tepat di depan saya. Di sinilah #PiyambakanTrip dimulai.

Beberapa teman menganggap jalan-jalan ke Singapura itu hal biasa saja. Tapi bagi saya perjalanan ini akan sangat berbeda dari sekadar liburan yang pernah saya lakukan. Karena tercetus ide untuk solo traveling. Saya belum pernah jalan-jalan sendiri (piyambakan, dalam bahasa Jawa) ke luar negeri. Hitung-hitung untuk melatih ngomong bahasa inggris yang super cepat gaya singaporean. Tanpa banyak rencana perjalanan dan benar-benar ingin menikmati dari suasana kota.

Jam 4 subuh 1 Feb, taksi yang saya pesan sudah menunggu di depan gerbang kos. Penerbangan pertama pasti tepat waktu kan? Dan saya tidak ingin ditinggal pesawat karena telat. Di dalam taksi saya masih terkantuk-kantuk karena malam sebelumnya ada acara yang harus saya hadiri sampai tengah malam, dan sangat nanggung rasanya untuk tidur.

Ketika sampai di bandara, tidak begitu lama menunggu kemudian terdengar panggilan untuk masuk ke pesawat. Di dalam pesawat lebih banyak saya habiskan untuk tidur. Tak terasa sudah ada pengumuman sebentar lagi akan mendarat. Pagi itu AirAsia mendarat mulus 20 menit lebih awal dari jadwal seharusnya.

Sampai di gedung bandara ternyata BlackBerry XL yang sebelumnya sudah saya aktifkan fasilitas roaming internasional tidak bisa internetan, hanya bisa terima email & SMS saja. Agak lama saya di Changi mencoba mencari tahu apa yang salah dari BB saya. Saya pun menggunakan komputer berinternet gratis yang banyak tersebar di bandara mencoba mencocokkan setting BB dan mencoba mengontak @XLCare.

Setelah 1 jam tidak ada perubahan di BB dan tidak ada respon lanjutan dari @XLCare, saya memutuskan untuk menuju Chinatown, kawasan tempat saya menginap. Belum ada rencana hari itu akan ke mana, get lost and enjoy it! Itulah rencana saya.

Saya menginap di Beary Hostel, hostel unik yang mengambil tema teddy bear. Hostel ini berada tepat di sisi jalan besar Upper Cross St. Keluar dari pintu E stasiun MRT Chinatown kemudian berjalan kaki berlawanan arah kendaraan sekitar 100 m. Gampang dicari dan tepat di pusat keramaian.

Setelah menaruh tas di hostel, saya berkeliling Chinatown dengan berjalan kaki. Suasana imlek terasa di setiap sudut. Lampion raksasa berbentuk naga kuning melingkar sepanjang jalan South Bridge. Juga ketika menyusuri New Bridge Rd dan Eu Tong Sen Rd dipenuhi ornamen merah mulai dari replika kuil sampai ular naga panjang. Di Chinatown Point, pohon harapan yang tinggi diletakkan tepat di depan pintu masuk, pengunjung bisa menuliskan harapan tahun barunya dengan membayar 1 dollar dan gratis jeruk ponkam. Oh ya, di hostel juga disediakan jeruk ponkam dan fortune cookie gratis, boleh ambil sepuasnya.

Setelah mengunjungi Sri Mariamman Temple, saatnya untuk ibadah jumatan. Mudah untuk mencari masjid di Singapura, kebetulan di belakang hostel terdapat Masjid Jama’e. Ibadah Jumatan di masjid ini dimulai dengan khutbah pembukaan 30 menit sebelum adzan zuhur dan 30 menit khutbah utama setelahnya. Semua khutbah menggunakan bahasa hindi, karena ternyata masjid ini merupakan masjid komunitas keturunan India, yang sama sekali saya tidak paham apa yang disampaikan khatib.

Siang itu Singapura terik sekali. Selepas Jumatan dan ngemil buah di Temple St, saya memutuskan kembali ke hostel untuk tidur sebentar. Agak sore saya kembali menghabiskan jatah ezlink dengan mengendarai bus mengunjungi kampus top Singapura yaitu SMU dan SOTA. Sedikit membayangkan seandainya bisa kuliah di sana.

Setelah ngeceng norak dengan adik-adik mahasiswi SOTA, saya menyusuri Orchard Rd yang letaknya sejalan dengan kampus untuk mengunjungi Singapore Visitor Center. Di SVC kita bisa melakukan pemesanan tour, bertanya apapun tentang Singapura, atau sekadar pinjam kursi pijat gratis. Tapi tujuan saya selain itu adalah ingin menanyakan operator mitra roaming XL (M1). Dari petugas SVC saya disarankan untuk ke mengunjung kantor layanan M1 di basement Paragon Mall yang lokasinya masih di Orchard, berseberangan dengan Ion dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Dalam perjalanan menuju Paragon, saya menemukan banyak sekali wisatawan asal Indonesia sore itu. Sekadar duduk-duduk di taman sambil menikmati uncle ice cream, berfoto-foto atau baru keluar menenteng tas belanja. Karena sore itu adalah akhir pekan di awal bulan, Orchard menjadi ramai dengan tenaga kerja indonesia dan filipina yang akan mengirimkan gajinya.

Urusan saya dengan operator M1 sudah selesai, walaupun belum tuntas karena tetap tidak bisa internetan, saya memutuskan untuk pergi ke Clarke Quay dengan bus. Lagi-lagi tidak ada rencana, mengalir saja. Dan hanya jalan-jalan menikmati pergantian sore ke malam.

Agak malam waktunya kembali ke Chinatown. Malam di Chinatown lebih meriah dari kawasan lain saat itu. Pasar malam menyajikan makanan khas imlek, seperti aneka daging asap, dendeng babi, jeruk ponkam, manisan dan ada juga yang menjual kuih indonesia.
Ada panggung hiburan di Kreta Ayer Square, mulai dari drama, lagu, sulap, dan tari ditampilkan. Panggung hiburan ini letaknya di sebelah Budha Tooth Relic Temple & Museum yang jika malam sangat indah sekali dilihat karena dihiasi ratusan lampion.

Malam itu saya tutup dengan makan malam nasi ayam panggang di Chinatown Food Complex, karena hawker center saat itu sangat ramai. Harga makanan di hawker maupun di foodcourt mall tidak begitu jauh berbeda. Namun malam itu saya tidak beruntung karena mendapatkan rasa makanan sesuai dengan harganya yang amat murah.

Tulisan selanjutnya akan membahas perjalanan hari kedua dan ketiga saya di Singapura. Makin menarik dan sepertinya akan lebih panjang. Kuatkan hatimu, sob! :D


Ngemil Yang Healthy Tasty

14

Entah kenapa kalau saya banyak berdiam di kantor dan sibuk bekerja pasti selalu merasa lapar. Jam 3-5 sore adalah puncaknya jam rawan krucuk-krucuk perut. Sepertinya semua energi dari makan siang terserap oleh lembaran dokumen dan angka-angka hasil query di laptop.

Mengatasi krucuk-krucuk perut ya pasti ngemil donk. Tapi camilan di kantor adanya cuma gorengan, donat atau mie instant :| *menatap perut yang mulai menggelambir* *ngebayangin jadi Homer*

Ngeri aja sih ini perut yang udah mulai menggelambir kalau ngemil terus bakal jadi apa wujudnya. Memang sih belakangan ini lagi mencoba rutin berolahraga. Bayarnya lumayan mahal. Dengan harapan rutin berolahraga bisa membakar lemak yang diasup seharian. Tapi kan sayang juga nih, udah ngeluarin duit banyak tapi gak ada hasilnya gegara gak merhatiin asupan.

Beberapa hari lalu saya kopdaran sama Astrid. Kalau kopdar kita biasanya nongkrong ngobrol lama sambil nyeruput kopi dan ngemil cake. Tapi kali itu dia beda, entah kenapa. Minumnya air putih dan makannya cuma snack bar. Saya makin penasaran kenapa dia berubah, apakah sudah menjadi anggota power rangers? :|

Ternyata Astrid sedang mencoba menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu kalau diitung-itung bisa ngirit pengeluaran juga katanya hahaha… Saya jadi penasaran snack bar apa yang lagi dikunyah Astrid, ternyata Fitbar! Saya minta, karena saat itu kelaperan juga, tapi cuma dikasih segigit. Hih!

Fakta yang menarik dari camilan yang kata Astrid ini sehat dan enak, ternyata sebungkus Fitbar mengandung 110 kalori setara dengan satu telur ceplok. Kalau telur ceplok pasti berminyak dan tinggi kolesterol, Fitbar ini no cholesterol. Kalau telur ceplok butuh mie instant baru bisa kenyang, Fitbar dua bungkus doank udah kenyang. Pilih mana coba, katanya. *langsung gak jadi ngunyah donat*

Memperhatikan asupan dan olahraga teratur merupakan kunci sukses mengurangi timbangan dan bentuk tubuh. Cara mudah kalau mau turun berat badan, buang asupan 500 kalori per hari. 500 kalori setara dengan sepotong red velvet, segelas frappucino, dua potong donat bergula, atau seporsi kentang goreng. Nah Astrid udah bener nih, karena memangkas frappucino & cake dan diganti dengan sebotol air mineral dan sebungkus Fitbar. Berarti udah mengurangi 890 kalori. Wow pake gelundungan deh ya!

Sekarang saya jadi mikir-mikir apa yang mesti dimakan, dikurangi, atau ditambah. Saya jadi ikutan membiasakan diri memperhatikan asupan, terutama camilan. Ngemil sore di kantor jadinya ngunyah Fitbar.

Fitbar ada dua pilihan rasa: kacang dan kismis raspberry. Saya lebih suka kismis raspberry karena manis dan yah karena ada kismisnya. Sebungkus Fitbar 25gr Kalori 110 kkal, lemak total 3.5 g, lemak jenuh 1 g, natrium 30 mg, dan kalsium 81 mg. Mengandung vitamin A, B12, C dan kalsium, Dan yang terpenting, Fitbar mengandung 0 mg kolesterol. No cholesterol lho!

Fitbar merupakan produksi Kalbe Nutritional atau sebelumnya dikenal dengan Kalbe Health Food Division yang berkomitmen dalam bidang bisnis makanan kesehatan dan pentingnya kehidupan. Di FB bisa ditemukan di page Fitbar Healthy Tasty yang banyak menginformasikan program atau event seperti nonton gratis di Blitzmegaplex, kuis-kuis, atau Fitbar Healthy Tasty Invasion yang bakal menyambangi kantormu dan bagi-bagi hadiah.

Fitbar juga ada akun twitternya lho! Kamu bisa mention @Fitbar_ID tengah malam keroncongan pengen ngemil sehat, siapa tau mimin berbaik hati nganterin sepaket Fitbar ke rumah. Yah tapi ini baru dugaan sih, belum valid hahaha..

So mulai dari sekarang yuk perhatikan asupan makan deh buat yang pengen mengubah bentuk tubuh. Ngemil tidak masalah tapi perlu diperhatikan juga apa yang dicamil. Ngemil Fitbar aja, snacking with no worries :D


Tips Untuk Pengguna Lensa Kontak

15

Banyak yang gak nyangka kalau mata saya sudah rusak (minus). Keseharian saya lepas kacamata dan menggunakan lensa kontak clear (tanpa warna, bukan lensa kontak warna seperti matanya bule). Sudah hampir 8 tahun saya mengenal lensa kontak. Perkenalan saya dengan benda ajaib ini bermula ketika saya mengikuti beberapa kelas olahraga. Saat itu mata saya sudah -2.5 kanan-kiri sama ukurannya. Kelas aikido terasa amat merepotkan ketika melepas kacamata agar tidak jatuh saat berguling atau terbanting kemudian memasang kacamata lagi agar terlihat jelas saat sensei memberikan pelajaran. Belakangan ini hampir setiap hari saya menggunakannya, kecuali weekend. Tentu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar kesehatan mata selalu terjaga.

Read more


Gigi, Janji Deh Gak Mau Cuekin Kamu Lagi!

9

Kalau disuruh milih makanan sebagai makanan terakhir sebelum kiamat *duh koq ngeri*, saya pengennya makan chocolate mousse. Nikmatnya cemilan ini ketika lumer di mulut, manis di lidah, dan bikin ketagihan tiap sendoknya. Tapi belakangan saya gak ngerasa menikmati  chocolate mousse ini lagi, karena ngilu di gigi setelah makan. Saya cuma bisa pasrah, gak mau makan chocolate mousse lagi. Lo gue end deh pokoknya!

Ternyata gigi ngilu nyut-nyutan merupakan salah satu tanda gigi sensitif dan butuh perawatan ekstra. Makanan manis, asam, dingin atau panas bukanlah penyebab gigi sensitif, hanya saja pemicu timbulnya ngilu pada gigi sensitif. Fakta ini dan masih banyak lagi lainnya saya temukan di acara Sensodyne Blogger Meetup bersama drg. Yudha Rismanto, SpPerio dan drg. Ariandes Veddytarro beberapa waktu lalu.

Peserta Meetup Foto Bareng Di Depan Monumen Gigi Raksasa #SensodyneID Di Teras Senayan City Jakarta

Ternyata saya termasuk dalam golongan 45% orang Indonesia yang punya keluhan gigi sensitif, dan juga termasuk 52% orang Indonesia yang gak sadar punya gigi sensitif karena ga periksa ke dokter gigi**. Wah, banyak juga yah yang gak ngerti tentang gigi sensitif. Udah gak ngerti, gak periksa pula! :|

Trus apa gigi sensitif itu? Menurut pemaparan dokter Yudha, gigi sensitif terjadi kalau lapisan email gigi menipis jadinya dentin (lapisan bagian tengah gigi) kebuka. Gak mesti gigi bolong sih, tapi bisa jadi malah giginya terkikis. Pola hidup dan kebiasaan buruk tuh yang paling banyak bikin gigi jadi sensitif, misalnya menyikat gigi terlalu bersemangat (keras), menggarit gigi, juga terlalu banyak makan atau minum yang asam.

Gambaran Gigi Sensitif

DUARRR! *mulai panik* Saya kan orang Palembang. Orang Palembang tuh doyan minum cuko pempek. Selain itu saya juga penggemar kopi. *cek gigi. gigi saya. inget2 juga kondisi gigi ortu* Pantesan..pantesan..pantesan.. gigi saya jelek! Waduh :(

Gak sampe di situ aja nih kagetnya, gigi sensitif umumnya diderita oleh orang dewasa, bukan pada anak-anak karena proses gigi sensitif juga memakan waktu yang lama. Jadi kondisi gigi sehat pada anak-anak belum tentu nantinya saat dewasa masih tetap oke. Untuk menjaganya maka perlu berkunjung rutin pemeriksaan ke dokter minimal 6 bulan sekali. Ngaku deh, kamu yang lagi baca blog ini. Kapan terakhir periksa ke dokter gigi? :D

Sajian Meetup Yang Menguji Ketahanan Gigi

Pulang dari meetup, walaupun menambah banyak wawasan soal gigi sensitif tapi juga malah makin khawatir dengan kondisi gigi sendiri. Untungnya pas lagi belanja di Hypermart ketemu booth Sensodyne Expert Corner. Di booth ini saya bisa tanya-tanya lebih banyak lagi soal gigi sensitif sama mbak dokter gigi yang aduhay cantiknya subhanalloh :D

Sensodyne Expert Corner Yang Ada di Hypermart

Kata mbak dokter, saya gak perlu khawatir dengan kondisi gigi sensitif karena gigi sensitif bukan permanen dan bisa diobati. Sebagai langkah preventif, saya dianjurkan menyikat gigi dengan benar dua kali sehari dan menggunakan pasta gigi sensitif. Selain itu dianjurkan untuk sedikit mengurangi makanan dan minuman pemicu gigi sensitif selama proses perbaikan gigi. Dan menambah asupan kalsium tinggi seperti susu, keju dan yogurt.

Sensodyne Expert Corner gak cuma ada di Jakarta. Tersebar juga di kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya. Selain di supermarket juga ada di komunitas medis seperti di empat Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ternama di Indonesia (Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Trisakti, dan Universitas Hang Tuah). Sehingga tujuan Sensodyne mengedukasi masyarakat tentang gigi sensitif dapat tercapai. “to do more, feel better, and live longer“ :)

Yuk sikat gigi dua kali sehari dan rajin periksa ke dokter gigi!

Akhirnya Pakai Sensodyne Repair & Protect

 

**data Ipsos Indonesia, 2011


Minggu Ceria di #MandiriKarnaval

7

Ini kali kedua saya ikutan #MandiriKarnaval. Yang pertama diadakan di lapangan parkir eX Plaza akhir April lalu bersamaan dengan peluncuran TVC Mandiri versi Maliq d’essential. #MandiriKarnaval kedua yang saya ikuti di Parkir Timur Senayan 7 Oktober lalu bersamaan dengan perayaan ulang tahun Mandiri ke-14.

Rangkaian #MandiriKarnaval diawali dengan lomba lari marathon ”Mandiri Run for Our Nation”. Per 1 km yang ditempuh peserta bernilai Rp100.000 dan uangnya akan didonasikan ke lembaga-lembaga yang membutuhkan. Agak siangan ada peluncuran kartu kredit Mandiri SKYZ card, kartu kredit yang diperuntukkan untuk yang hobi traveling. Peluncurannya agak terbilang unik, karena ada flash mob Gangnam Style. Seru deh, penonton juga diajak ikutan bergoyang.

Pengunjung yang datang ke #MandiriKarnaval rame banget. Karena hari Minggu jadi banyak yang bawa keluarga. Sambil olahraga, atau hunting foto juga wisata kuliner. Gimana gak wisata kuliner, di #MandiriKarnaval numplek aneka jajanan. Ada es pisang ijo, nasi goreng kebon sirih, pempek, penyetan, javapuccino, soto ayam, ayam bakar, sate padang dll. Beberapa stand jajanan merupakan binaan Mandiri UKM. Beli jajanan pake kartu debit, kartu prabayar atau kartu kredit Mandiri bisa diskon 50% untuk semua jajanan (makanan & minuman, gak termasuk merchandise). Seporsi lontong balap + seporsi sate kerang cukup bayar 10rb saja. Murah banget, sampe kalap jajan.

Yang lebih nyenengin dan bikin makin semangat ngikutin #MandiriKarnaval di siang yang panas banget itu adalah hiburan dari artisnya. Ada MC Indra Bekti & Okky Lukman yang gokil, Kotak band, Billy Beatbox, juga Nidji dan Maliq D’Esential. Giring Nidji berhasil mengajak penonton jejingkrakan dan nyanyi bareng. Dia gak segan-segan turun dari panggung berbaur dengan kerumunan penonton.

Thanks #MandiriKarnaval yang sudah bikin acara hiburan yang lengkap: olahraga, foto, kuliner dan musik dalam satu waktu. Hari Minggu terasa lebih ceria dan bersemangat. Ditunggu #MandiriKarnaval berikutnya dengan jajaran artis dan kuliner yang lebih banyak lagi :D

 


Sehari Produktif Dengan Galaxy Note 10.1

11

Akhir bulan lalu saya diundang Samsung untuk menghadiri blogger workshop Samsung Galaxy Note 10.1. Tidak hanya blogger di Jakarta saja yang diundang tapi juga beberapa blogger dari Depok, Bekasi, Medan, Solo dll. Pertemuan malam itu sekaligus menjadi ajang temu kangen blogger yang sudah lama tidak mengadakan kopi darat.

Di acara tersebut, undangan diajak untuk merasakan fitur-fitur terbaru Galaxy Note 10.1 melalui beberapa presentasi dan games interaktif. Pembicaranya dari orang-orang kreatif yaitu Yoris Sebastian dan Ollie Salsabeela yang memaparkan pengalamannya menggunakan gadget ini untuk menunjang pekerjaan maupun hobi mereka.


Read more


Cerita Konser Simple Plan di Jakarta

6

Beruntung banget gabung di komunitas Kopdar Jakarta, saya dikasih kesempatan bareng KapanLagi.com buat nonton konser Simple Plan di Istora Senayan 17 Januari. Selain saya ada juga ratu kopdar Chika, alien nyasar Icit, JKT76 Chichi, eksiswan Umen dan gak ketinggalan bite lover Ifan yang ikutan nonton bareng.

Setelah melahap kaya toast traktiran Chika dan semuanya personil berkumpul di Fx, sekitar jam 8 kami mulai jalan kaki ke Istora, kendaraan tetap parkir di Fx. Sebenarnya jarak Fx ke Istora dekat, tapi lumayan bikin capek buat Mbak-mbak yang bersepatu tinggi (pengertian ke Chika & Chichi). :D

Ternyata sampai depan pintu masuk Istora masih sepi penonton, tapi kami tetap masuk biar ngadem. Panggung dibuka dengan penampilan Kotak, penonton mulai menyeruak. Kira-kira jam 9.30 Simple Plan mulai naik panggung, penonton histeris. Gimana gak histeris lagu pertama langsung Shut Up! bikin semangat jejingkrakan buat penonton yang di bagian festival, klo di tribune masih agak-agak jaim.

17 lagu, kalau tak salah hitung, dibawakan atraktif oleh semua personel Simple Plan. Pierre sang vocalis dan David sang bassis pinter banget menjalin komunikasi ke penonton. Bertanya apa kabar, melontarkan I love Indonesia, nyerempet nyepik dan juga mengajak penonton terus bergerak. Walaupun venue terbilang gak begitu ramai tapi suasana jadi makin asik dan riuh dibuatnya.

Beberapa lagu yang dibawakan di konser Get Your Heart On! ini semacam konser curcol. Entahlah curcolnya siapa tepatnya hahaha.. coba saja perhatikan lirik You Suck At Love, Your Love Is A Lie, atau Thank You yang ditampilkan berurutan.

Ada juga penampilan Simple Plan bareng vocalis Kotak (Tantri) di lagu Jet Lag, seru dan semua ikut bernyanyi. Tapi sepertinya tim kojak cuma bengong karena gak hapal liriknya.

Old school fans (ini sebutan resmi Pierre lho) gak jadi dibikin garing karena gak ngerti lagu-lagu baru Simple Plan. Ada lagu yang melegenda 10 tahun lalu dibawain juga di konser malam itu: I’d Do Anything, My Alien, Addicted, I’m Just A Kid & Perfect. Baru deh di lagu-lagu ini tim kojak bisa tereak-terak nyanyi hahaha..

Saya pikir bubaran konser usai sudah pengalaman seru malam itu. Ternyata saya salah. Di luar istora ternyata hujan turun dengan derasnya dan tim kojak harus kembali ke Fx. Sambil menunggu reda, tangan mulai terampil mengeluarkan uang dari dompet buat beli makanan dan minuman. Sambil ngobrol gak kerasa menunggu hujan reda hampir satu jam, lumayan lama. Bosen menunggu akhirnya nekat menembus gerimis. Lebih nekat lagi karena mengiyakan ide brilliant Ifan melewati ‘yang katanya’ shortcut menuju Fx. Makin nekat lagi karena masih mengiyakan rayuan Ifan untuk menembus genangan air dengan situasi hujan kembali turun dengan deras. Chika dan Chichi sepertinya harus merelakan sepatunya kebasahan. Semua basah kuyup, semua kedinginan, dan semua sepertinya masuk angin, tapi tetap semangat berkat pengalaman seru malam itu.

Terimakasih KapanLagi.com buat tiket nontonnya, besok konser Il Divo, Dream Theater, Java Jazz, Roxette undang lagi yaaa.. *ngarep banget*


Kirim Kartu Lebaran Yuk!

12

Melati semerbak harum mewangi,
Sebagai penghias di Hari fitri,
SMS ini hadir pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

————–

Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS
Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel
Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani
MATRIX kehidupan ini…Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.
————–

Saya masih ingat, tiga-empat tahun lalu saya menerima SMS seperti ini  langsung dari beberapa teman sekaligus. Terima SMS langsung forward. Gampang dan murah. Sedangkan tahun lalu agak sedikit berbeda. Beberapa teman upload foto berbusana muslim atau gambar ketupat ditambah ucapan puitis selamat lebaran di FB lalu nge-tag berjamaah. Keduanya sama-sama malesin. Males dibaca, males dapet banjir notifikasi FB, males yang itu-itu aja. Dan sama-sama kurang sentuhan personalnya.

Kangen juga masa-masa jaman dulu ketika PT Pos berjaya. Kangen dapet kiriman kartu ucapan yang unik-unik dan kreatif. Kangen nyari ide bikin kartu ucapan buat teman. Kangen pergi ke kantor pos beli perangko. Kangen dapet kiriman pos.

Kalau kamu kangen juga seperti saya, yuk ikutan bikin kartu ucapan selamat lebaran!

Lebaran tahun ini saya berencana membuat kartu pos ucapan lebaran dan akan saya kirimkan buat teman-teman onliners. Nanti kita bertukar kartu pos bikinan sendiri. Gak mesti kartu pos, kartu lebaran biasa yang menggunakan amplop juga tidak dilarang. Kartu ucapan sebaiknya bikin sendiri biar kerasa ‘sentuhan personalnya’. Kalau tidak bisa bikin yah tidak masalah beli kartu ucapan yang siap kirim. Intinya ada sentuhan personal dan menggunakan layanan pos saja sih hehe..

Bagaimana caranya berpartisipasi? Tulis alamat email di kolom komentar, nanti akan saya kirimkan alamat saya dan teman-teman bisa membalas alamat masing-masing untuk saya kirim balik. Gampang kan? :D

 


Jalan-Jalan ke Semarang Bareng #XLnetRally

7

Akhir pekan yang lalu (22-23/7) saya habiskan di Semarang untuk memenuhi undangan dari PT XL Axiata Tbk. Ini kali kedua XL mengundang blogger dan nettizen untuk berpartisipasi dalam uji kesiapan jaringan sebelum Ramadhan tiba dengan tajuk #XLNetRally. Blogger dan nettizen dari Lampung, Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Malang dan Surabaya berkumpul di Semarang. Tapi kali ini perwakilan Lampung dan Malang tidak ada.

Blogger dan nettizen dari Jakarta diberangkatkan ke Semarang menggunakan kereta api eksekutif Argo Bromo Anggrek New Image yang dilengkapi wi-fi dari XL. Ini salah satu bentuk kerja sama XL dengan PT KAI selain penempatan telepon umum gratis (TUG) di beberapa stasiun besar. Benar-benar fasilitas yang membuat penumpang nyaman dan memungkinkan selalu tersambung ke internet atau kerabat.

Suasana Di Dalam Kereta. Bisa laptopan, makan-minum, foto-foto dan dihibur musik.

Read more


Post navigation